BPBD SIDOARJO KEMBANGKAN DESA TANGGUH BENCANA DI JABON

BPBD SIDOARJO (21/11/2018)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo melaksanakan kegiatan Sosialisasi pada program pengembangan sebagai kelanjutan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Kecamatan Jabon, Rabu (21/11).

Sebanyak empat (4) desa yaitu Desa Kupang, Desa Semambung, Desa Kedung pandan dan Desa Kedungrejo Kecamatan Jabon. Dengan peserta masing – masing Desa 30 Orang kelompok kerja (pokja).

Sekilas tentang Desa Tangguh Bencana (Destana) adalah desa atau kelurahan yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi potensi ancaman bencana. Desa atau kelurahan itu juga harus mampu memulihkan diri dengan cepat dari berbagai dampak bencana. Lalu sebuah desa bakal disebut mempunyai ketangguhan terhadapbencana ketika desa tersebut memiliki kemampuan mengenali ancaman di wilayahnya dan mampu mengorganisasikan dirinya dengan segenap sumber daya yang dimilikinya untuk mengurangi kerentanan sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi resiko bencana.

Menjadi desa seperti ini tentu saja butuh proses. Karenanya pemerintah mengembangkan desa yang masyarakatnya mampu selalu siap-siaga menghadapi segala kemungkinan bencana. Warga desa diharapkan mampu mengkaji, menganalisa, menangani, memantu, mengevaluasi dan mengurangi resiko-resiko bencana yang ada di wilayah mereka dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

Tujuan pengembangan Desa Tangguh Bencana adalah agar masyarakat desa yang tinggal di kawasan rawan bencana bisa terlindungi dari dampak merugikan bencana yang menimpa wilayahnya. Maka cara yang ditempuh adalah meningkatkan peran masyarakat untuk mengurangi reskio bencana. Bukan rahasia lagi, sesungguhnya sebagian bencana adalah akibat dari ulah manusia sendiri. Nah, Desa Tangguh Bencana digalakkan agar masyarakat bisa menjaga kelestarian alam dan mampu menganalisa tindakan apa yang boleh dan tindakan apa yang bakal menciptakan potensi bencana.